Kesantunan Nabi ﷺ

 Ada seorang arab baduy (kurang berpendidikan) datang saat nabi sedang bersama para sahabatnya. Lalu dia berkata: 

"Hai Muhammad, berikan saya apa yg kau miliki !!!!." 

Kasar sekali. Para sahabat kesal. Namun Nabi tersenyum lalu nabi berikan sesuatu. Ternyata org itu mengatakan: 

"Ini belum seberapa !!!"

Udah dikasih memancing emosi.

Kata nabi: "Baiklah kamu ikut ke rumah saya, akan saya tambahkan." 

Lalu mereka menuju rumah nabi dan si arab baduy itu diberikan lagi apa yg diminta  Lantas kata nabi:

"Cukupkah?" "Belum," jawab si arab baduy. 

Sampai 3 kali nabi beri baru dia bilang cukup dan bahkan sempat bilang jazakallah khair.

Lalu nabi sampaikan: 

"Kalimat yg engkau ucapkan terakhir itu mulia. Ketahuilah tadi saat engkau datang engkau menggunakan komunikasi yg kurang tepat. Dan dalam diri sahabat2ku tadi sepertinya ada masalah dg komunikasimu tadi. Apakah engkau bersedia jika nanti engkau kembali, ucapkan kalimat terakhir yg sama di depan para sahabatku." 

Lalu mereka berdua menuju tempat para sahabat berkumpul tadi.

Nabi ﷺ berkata di depan para sahabat: 

"Tadi waktu saudara kita ini datang dia mengucapkan kalimat yg telah kalian dengar. Dan saya yakin ada yg mengganjal dalam hati kalian. Ketahuilah bahwa saudara kita ini memang tadi punya hajat dan sudah saya penuhi, bukankah begitu wahai saudaraku?" 

Arab baduy itu menjawab: "Iya, semoga Allah membalas engkau dengan kebaikan, wahai Rasulullah !!!

Lalu nabi ﷺ berkata di hadapan para sahabatnya: 

"Bukankah kalian sudah dengar? Jangan sampai kalian salah paham dg saudara kalian ini."

Hikmah dari kisah ini sangat dalam, terutama dalam hal kesabaran, kelembutan dalam berdakwah, serta pentingnya komunikasi yang baik. Beberapa pelajaran yang bisa diambil:

  1. Kesabaran dan Akhlak Mulia

    • Nabi ﷺ tidak marah atau membalas kekasaran dengan kekasaran, tetapi justru menghadapi dengan kelembutan dan memberi tanpa mengeluh. Ini menunjukkan bahwa menghadapi orang yang kasar dengan kebaikan bisa meluluhkan hatinya.
  2. Memahami Latar Belakang Orang Lain

    • Arab baduy yang datang adalah seseorang yang kurang berpendidikan dan mungkin tidak memahami adab yang baik. Nabi ﷺ tidak langsung menghakimi, tetapi memahami bahwa perilaku orang sering kali dipengaruhi oleh kondisi dan latar belakang mereka.
  3. Memberi dengan Ikhlas

    • Nabi ﷺ tidak hanya memberi sekadarnya, tetapi memastikan kebutuhan orang tersebut benar-benar terpenuhi. Ini menunjukkan pentingnya memberi dengan keikhlasan dan memastikan bantuan benar-benar bermanfaat.
  4. Menjaga Perasaan Orang Lain

    • Nabi ﷺ memahami bahwa para sahabatnya merasa kesal dengan cara baduy itu berbicara. Namun, beliau tidak membiarkan rasa kesal itu berlarut-larut dan mengajarkan mereka untuk melihat sisi lain dari kejadian tersebut, yaitu memahami dan memaafkan.
  5. Pentingnya Komunikasi yang Baik

    • Nabi ﷺ tidak hanya memberi, tetapi juga mengajarkan si baduy cara berkomunikasi yang lebih baik. Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sosial, cara berbicara yang baik bisa menghindarkan seseorang dari kesalahpahaman dan konflik.
  6. Meluruskan Kesalahpahaman

    • Nabi ﷺ ingin memastikan bahwa tidak ada dendam atau prasangka buruk yang tersisa di hati para sahabatnya. Oleh karena itu, beliau meminta si baduy untuk mengucapkan kalimat yang baik di depan mereka agar semuanya memahami bahwa masalah sudah selesai.

Kisah ini mengajarkan bahwa kesabaran, pemahaman terhadap kondisi orang lain, serta komunikasi yang baik adalah kunci dalam menghadapi berbagai situasi sosial.

Tulisan bagian Hikmah by chatgpt

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Patient Health Questionnaire (PHQ)

Work Stress Questionnaire (WSQ)