Patient Health Questionnaire (PHQ)





Patient Health Questionnaire (PHQ) 

Sebuah penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, oleh Dr. Phil. Edo Sebastian Jaya, S.Psi., M.Psi., mengemukakan keakuratan diagnostik Patient Health Questionnaire (PHQ) dalam mengidentifikasi gangguan mental umum pada pasien rawat jalan di Indonesia. 

Dengan objek penelitian sebanyak 661 pasien di klinik psikologi di Jakarta, penelitian ini membandingkan hasil PHQ dengan diagnosis klinis berdasarkan kriteria ICD-11. Melalui metode analisis Receiver Operating Characteristic (ROC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHQ memiliki sensitivitas tinggi namun spesifisitas rendah dalam mengidentifikasi gangguan tersebut. Dalam konteks rawat jalan psikiatri di Indonesia, PHQ lebih efektif dalam menyingkirkan kemungkinan diagnosis daripada mengkonfirmasi keberadaan gangguan mental tertentu.

Patient Health Questionnaire (PHQ) adalah serangkaian instrumen skrining yang digunakan untuk menilai dan mengukur kondisi kesehatan mental seseorang, terutama gangguan depresi dan kecemasan. PHQ dikembangkan untuk digunakan dalam praktik klinis dan penelitian sebagai alat penilaian mandiri yang mudah digunakan.

Makna pernyataan dalam penelitian di atas adalah:
  1. PHQ dibandingkan dengan diagnosis klinis berdasarkan ICD-11.

    • ICD-11 adalah sistem klasifikasi penyakit internasional yang digunakan dalam diagnosis medis, termasuk gangguan mental.
    • Penelitian ini membandingkan hasil PHQ dengan diagnosis klinis untuk melihat sejauh mana PHQ dapat mengidentifikasi gangguan mental dengan akurat.
  2. Metode yang digunakan adalah analisis ROC (Receiver Operating Characteristic).

    • ROC digunakan untuk mengukur keakuratan alat diagnostik dalam membedakan antara orang dengan dan tanpa gangguan mental.
  3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

    • Sensitivitas tinggi: PHQ mampu mengidentifikasi banyak kasus yang benar-benar memiliki gangguan mental (jarang melewatkan kasus yang ada).
    • Spesifisitas rendah: PHQ kurang akurat dalam menghindari kesalahan diagnosis (bisa jadi banyak pasien yang sebenarnya sehat tetapi dikategorikan sebagai memiliki gangguan mental).
  4. Kesimpulan:

    • Dalam konteks rawat jalan psikiatri di Indonesia, PHQ lebih efektif dalam menyingkirkan kemungkinan diagnosis (artinya, jika hasil PHQ menunjukkan tidak ada gangguan mental, kemungkinan besar memang tidak ada).
    • Namun, PHQ kurang efektif dalam memastikan bahwa seseorang benar-benar memiliki gangguan mental tertentu, sehingga tetap perlu dilakukan pemeriksaan klinis lebih lanjut.
Implikasi Praktis:
  • PHQ bisa digunakan sebagai alat skrining awal untuk gangguan mental, tetapi hasilnya perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan profesional.
  • Jika hasil PHQ menunjukkan tidak ada gangguan, kemungkinan besar memang tidak ada masalah serius.
  • Jika hasil PHQ menunjukkan adanya gangguan, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Jenis dan Penggunaan PHQ
  1. PHQ-9

    • Digunakan untuk mendeteksi dan mengukur tingkat depresi.
    • Berisi 9 pertanyaan berdasarkan kriteria diagnosis gangguan depresi mayor dari DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders).
    • Skor total berkisar dari 0 hingga 27, dengan kategori:
      • 0–4: Tidak ada atau minimal depresi
      • 5–9: Depresi ringan
      • 10–14: Depresi sedang
      • 15–19: Depresi sedang hingga berat
      • 20–27: Depresi berat
  2. PHQ-2

    • Versi pendek dari PHQ-9, terdiri dari 2 pertanyaan pertama PHQ-9 yang menilai frekuensi suasana hati depresif dan kehilangan minat dalam dua minggu terakhir.
    • Jika skor tinggi, disarankan untuk melanjutkan ke PHQ-9 untuk penilaian lebih lanjut.
  3. PHQ-8

    • Sama seperti PHQ-9, tetapi tanpa pertanyaan terakhir tentang ide bunuh diri. Biasanya digunakan dalam penelitian populasi besar.
  4. PHQ-15

    • Digunakan untuk menilai gangguan somatisasi atau gejala fisik yang berhubungan dengan kecemasan dan depresi.
  5. GAD-7 (Generalized Anxiety Disorder-7)

    • Digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan.
Kegunaan PHQ
  • Skrining awal untuk gangguan mental di layanan kesehatan primer.
  • Pemantauan efektivitas pengobatan depresi dan kecemasan.
  • Identifikasi dini pasien yang mungkin memerlukan intervensi lebih lanjut.
Thanks to chatgpt

Comments

Popular posts from this blog

Work Stress Questionnaire (WSQ)

Kesantunan Nabi ﷺ